Mendikbud: Pemerintah Tidak Mungkin Hapus Pelajaran Agama


Jatim22.com, Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, menegaskan pihaknya sama sekali tidak punya rencana untuk menghapus mata pelajaran agama Islam.

“Tidak benar itu. Enggak ada penghapusan,” kata Muhadjir di Istana Negara, Jakarta, kepada Kompas, Rabu (6/3/2019).

Pernyataan Muhadjir itu untuk merespon pernyataan seorang perempuan di video yang viral, yang menyebut Jokowi akan menghapus pelajaran agama Islam jika memenangi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Muhadjir juga membantah pernyataan perempuan di dalam video itu yang menyebut pondok pesantren akan diubah menjadi sekolah umum jika Jokowi kembali menjadi Presiden Indonesia. Kata Muhadjir, pemerintahan Jokowi justru berupaya memperkuat pondok pesantren dengan mempersiapkan UU Pondok Pesantren.

“Tidak mungkin itu, bahkan ada rencana membuat UU Pondok Pesantren. Berarti kuat kan?” kata Muhadjir.

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin juga menegaskan pemerintah tidak akan menghapus pelajaran agama Islam dari sekolah.

“Tidak benar sama sekali. Tidak mungkin menghapuskan pelajaran agama di bumi Nusantara ini,” kata Lukman seusai menghadiri acara Tawur Agung Kesanga, di pelataran Candi Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (6/3/2019), seperti dikutip Jawa Pos.

Kata Lukman, dasar negara Indonesia adalah Pancasila dan sila pertama Pancasila berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa. Kemudian, sila-sila lainnya memiliki nilai-nilai agama, sehingga sangat tidak mungkin pelajaran agama dihapus di Indonesia.

Ditambahkan Lukman, Indonesia sangat agamis dan rakyatnya juga merupakan umat beragama.

“Sila pertama adalah berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa. Empat sila yang lain, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Itu semua adalah nilai-nilai agama. Jadi, Indonesia hakikatnya adalah negara yang sangat agamis, karena semua warga negara adalah umat beragama,” ucap Lukman.

Untuk mencegah terus merebaknya hoaks dan fitnah, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Kiai Ma’ruf melibatkan Ketua MUI Bidang Ekonomi Lukmanul Hakim dalam safari politik di Aceh. Lukmanul dapat tugas meluruskan hoaks dan fitnah terhadap Jokowi.

“Jadi, tugas yang kami lakukan pertama adalah ingin membuat pesta demokrasi ini secara damai dan aman, tidak saling menuduh, dan tidak menebar hoaks, terutama kami akan meluruskan beberapa fitnah dan hoaks, yang terutama mengarah kepada Jokowi secara pribadi, Kiai Ma’ruf secara langsung, dan kami akan coba sampaikan fakta sesungguhnya,” ujar Lukmanul di kediaman Kiai Ma’ruf, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (5/3/2019).

Lukmanul menyayangkan banyak fitnah yang dilayangkan ke Jokowi. Apalagi, tambah dia, sebanyak 20 persen masyarakat memercayai Calon Presiden petahana itu sebagai nonmuslim.

“Kalau masalah kita agama Islam, agama Kristen, memang betul enggak ada masalah. Tapi, ini Pak Jokowi orang Islam, kemudian surveinya 20 persen percaya beliau ini Kristen. Ini bagaimana gitu? Ini satu kondisi yang menyedihkan. Masak Pemilu diisi dengan fitnah, masalah. Kalau memang betul Islam, ya sebut Islam. Kalau Kristen, ya sebut Kristen. Kan enggak ada masalah,” ucapnya. (red)


Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*